Perilaku Media Sosial Merusak Fisik dan Mental
Apapun yang ada dinia ini pada dasarnya ada 2 (dua) sisi, adapositif ada negatif, ada baik ada buruk dan lain sebagainya.Tak terkecuali makhluk yang namanya MEDIA SOSIAL alias Medsos.Apapun media sosialnya yang jelas dibuat hanya untuk kebaikan penggunanya, tentu disamping tujuan nilai bisnis (fiansial).Karena pada kenyataanya pasti ada 2 (dua) sisi yang berbeda, tergantung bagaimana kita menyikapi dan menggunakannya.Media sosial adalah sebuah media yang dibuat untuk menjembatani hubungan sosial antar penggunanya melalui jaringan internet.Sehingga semua penggunanya dapat berinteraksi dan menjalin hubungan dan berpartisipasi dengan mudah secara online,Blog, jejaring sosial dan wiki serta media sosial seperti Facebook, twitter,instagram dan lainnya merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Media sosial revolusi terbaru dalam sejarah manusia, yang mampu menciptakan ketergantungan dari interaksi sosial dan saling berbagi. Fenomena tentang media sosial benar-benar berpengaruh besar dalam perkembangan mental manusia di dunia.Hal ini menjadi sangat penting ketika sosial media sudah masuk dalam ranah kesehatan mental. Ada banyak efek buruk dari media sosial yang menyerang mental. Lantas bagaimana cara sosial media bisa merusak mental seseorang, Berikut ulasannya.
- Sosial media dapat menimbulkan ketergantungan (candu)
Karena kita sering bahkan selalu menggunakan sosial media setiap hari, bahkan ada yang terobsesi tentang hal tersebut karena secara tidak langsung secara terus-menerus memanjakan imajinasinya.
Sebagai contoh Facebook, Twitter ataupun Instagram misalnya, semakin Banyaknya Like dan atau Retweet akan meningkatkan rasa kepercayaan diri kita terhadap sosial media. Semakin banyak maka akan semakin men-candu masuk ke dalam pikiran kia. Selanjutnya seseorang akan berinteraksi melalui komentar dengan berbaga ekspresi.
Kemudian, di tahap ini seseorang akan berusaha kembali memosting sebuah momen dan berharap ada interaksi di sana seperti yang telah dialami sebelumnya. Candu media sosial itu semakin lama semakin terasa. - Membandingkan diri sendiri dengan orang lain
Ya begitulah yang pada akhirnya tanpa disadari dan memang inilah yang akan terjadi. Seseorang akan memiliki kecendrungan yang tidak sehat, yakni membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Banyak hal, mulai dari foto dan profil yang terlihat menyombongkan diri, riasan wajah, mengunjungi tempat-tempat yang jauh dan indah, menyantap makanan yang enak dan mahal, atau berbagai hal-hal lain.
Nah, tanpa disadari ini mempengaruhi kesehatan mental kita, akan ada perasaan negatif dan membahayakan seseorang yang berhubungan dengan tingkat kepercayaan diri. - Menimbulkan kecemasan,Resah dan gelisah Jika sehari saja orang yang sudah kecanduan media sosial tiba-tiba tidak dapat mengskses dengan alasan apapun, maka yang terjadi adalah dia merasa cemas, gelisah, kebingungan dan tidak tahu harus melakukan apa. Inilah yang dikatakan bahwa kecanduan sosial media begitu berbahaya pada kesehatan mental seseorang.
- Akibatnya dapat Mengganggu pekerjaan Saat kita mengetahui ada notifikasi pesan masuk dari media sosial akan mengganggu konsentrasi yang bisa saja membahayakan kemampuan kita untuk fokus pada pekerjaa tertentu. Sebagai naluri alami, seseorang akan tertarik melihat atau mencari tahu tentang kehidupan orang lain (memang tidak semua), dan hal ini dapat mengganggu ritme bekerja atau apa yang sedang Anda kerjakan. Dari sini sudah Jelas, konsentrasi yang terganggu dapat menurunkan produktivitas kita.Jadi mulai sekarang berhati-hatilah dengan efek samping dari sosial media.
- Menimbulkan bias Kejahatan sosial
Kadang kala ada beberapa orang yang membuat kesalahan dengan menyamakan dunia maya dengan kehidupan nyata. Bahkan ada yang sampai menganggap itu benar-benar nyata hingga menjalin hubungan asmara di media sosial, mencari jodoh, bahkan tidak sedikit yang akhirnya tertipu, hal ini yang sangat kita sayangkan dan ditakuti.
Belum lagi cyberbullying yang telah menjadi masalah umum saat ini. Media sosial bahkan telah meninggalkan banyak sekali korban yang tidak hanya mengalami trauma, melainkan cedera fisik fatal. - Yang lebih mengerikan adalah Depresi akut Saat seseorang sudah kecanduan media sosial, maka dia akan kehilangan interaksi fisik dengan orang-orang di sekitarnya. Dia tidak lagi bertegur sapa meskipun duduk di satu meja di restoran, atau duduk satu bangku di taman. Nah, hal ini juga termasuk dalam kategori mental yang telah terganggu, sehingga telah kehilangan rasa Humanism.
- Membahayakan kesehatan fisik
Kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook, twitter, instagram dan kawan-kawannya juga bisa membahayakan kesehatan fisik, karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa fisik.
Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah, bahkan obesitas.
Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari, seseorang dapat mengalami cedera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi, pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer.
Media elektronik, seperti komputer, laptop, atau handphone (ponsel) juga menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh. Maksudnya adalah seseorang akan mengalami pengurangan interaksi dengan sesama mereka dalam jumlah menit per hari-nya menyebabkan jumlah orang yang tidak dapat diajak berdiskusi mengenai masalah penting, menjadi semakin meningkat setiap harinya.
Demikanlah sedikit ulasan tentang dampak buruk (negatif) yang ditimbulkan dari pengaruh penggunaan media sosial yang tidak terkontrol.Besar harapan kami semoga artikel singkat ini dapat memberikan manfaat buat sobat semua.Oleh karena itu, seyogyanya kita dapat mempergunakan media sosial dengan bijak.

0 komentar